Headlines News :
Showing posts with label Sinopsis. Show all posts
Showing posts with label Sinopsis. Show all posts

Kumpulan Sinopsis Novel Terbaru Ayat Ayat Cinta


Novel ini bercerita tentang perjalanan cinta dua anak manusia yang berbeda latar belakang dan budaya; yang satu adalah mahasiswa Indonesia yang sedang studi Universitas Al-Azhar Mesir, dan yang satunya lagi adalah mahasiswi asal Jerman yang kebetulan juga sedang studi di Mesir. Kisah percintaan ini berawal ketika mereka secara tak sengaja bertemu dalam sebuah perdebatan sengit dalam sebuah metro (sejenis trem).

Mein Neim Ist Aisha
——————————
Pada waktu itu, si pemuda yang bernama lengkap Fahri bin Abdullah Shiddiq, sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima, ujung utara kota Cairo, untuk talaqqi (belajar secara face to face pada seorang syaikh) pada Syaikh Utsman Abdul Fattah, seorang Syaikh yang cukup tersohor di seantero Mesir. kepadanya Fahri belajar tentang qiraah Sab’ah (membaca Al-Qur’an dengan riwayat tujuh imam) dan ushul tafsir (ilmu tafsir paling pokok). Hal ini sudah biasa dilakukannya setiap dua kali seminggu, setiap hari Ahad/Minggu dan Rabu. Dia sama sekali tidak pernah melewatkannya walau suhu udara panas menyengat dan badai debu sekalipun. Karena baginya itu merupakan suatu kewajiban karena tidak semua orang bisa belajar pada Syaikh Utsman yang sangat selektif dalam memilih murid dan dia termasuk salah seorang yang beruntung.

Di dalam metro, Fahri tidak mendapatkan tempat untuk duduk, mau tidak mau dia harus berdiri sambil menunggu ada kursi yang kosong. Kemudian ia berkenalan dengan seorang pemuda mesir bernama Ashraf yang juga seorang Muslim. Merteka bewrcerita tentang banyak hal, termasuk tentang kebencian Ashraf kepada Amerika. Tak berapa lama kemudian, ada tiga orang bule yang berkewarganegaraan Amerika (dua perempuan dan satu laki-laki) naik ke dalam metro. Satu diantara dua perempuan itu adalah seorang nenek yang kelihatannya sudah sangat lelah. Biasanya orang Mesir akan memberikan tempat duduknya apabila ada wanita yang tidak mendapatkan tempat duduk, namun kali ini tidak. Mungkin karena kebencian mereka yang teramat sangat kepada Amerika. Sampai pada suatu saat, ketika si nenek hendak duduk menggelosor di lantai, ada seorang perempuan bercadar putih bersih yang sebelumnya dipersilahkan Fahri untuk duduk di bangku kosong yang sebenarnya bisa didudukinya, memberikan kursinya untuk nenek tersebut dan meminta maaf atas pwerlakuan orang-orang Mesir lainnya. Disinilah awal perdebatan itu terjadi. Orang-orang Mesir yang kebetulan mengerti bahasa Inggris merasa tersinggung dengan ucapan si gadis bercadar. Mereka mengeluarkan berbagai umpatan dan makian kepada sang gadis, dan ia pun hanya bisa menangis. Kemudian Fahri berusaha untuk meredakn perdebatan itu dengan menyuruh mereka membaca shalawat Nabi karena biasannya dengan shalawat Nabi, orang Mesir akan luluh kemarahannya dan ternyata berhasil. Lalu ia mencoba menjelaskan pada mereka bahwa yang dilakukan perempuan bercadar itu benar, dan umpatan-umpatan itu tidak layak untuk dilontarkan. Namun apa yang terjadi, orang-orang Mesir itu kembali mrah dan meminta Fahri untuk tidak ikut campur dan jangan sok alim karena juz Amma saja belumtentu ia hafal. Kemudian emosi mereka mereda ketika Ashraf yang juga ikut memaki perempuan bercadar itu, mengatakan bahwa Fahri adalah mahasiswa Al-Azhar dan hafal Al-Qur’an dan juga murid dari Syaikh Utsman yang terkenal itu. Lantas orang-orang Mesir itu meminta maaf pada fahri. Fahri kemudian menjelaskan bahwasanya mereka tidak seharusnya bertindak seperti itu karena ajaran Baginda Nabi tidak seperti itu. Lalu ia pun menjelaskan bagaimana seharusnya bersikap kepada tamu apalagi orang asing sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Mereka pun mengucapkan terima kasih pada fahri karena sudah megingatkan mereka. Sementara itu, si bule perempuan muda, Alicia, sedang mendengarkan penjelasan tentang apa yang terjadi dari si perempuan bercadar dengan bahasa Inggris yang fasih.Kemudian Alicia berterima kasih dan menyerahkan kartu namanya pada Fahri. Tak berapa lama kemudian metro berhenti dan perempuan bercadar itupun bersiap untuk turun. Sebelum turun ia mengucapkan terima kasih pada Fahri karena sudah menolongnya tadi. Akhirnya mereka pun berkenalan. Dan ternyata si gadis itu bukanlah orang Mesir melainkan gadis asal Jerman yang sedang studi di Mesir. Ia bernama Aisha.

———————————————
Di Mesir, Fahri tinggal bersama dengan keempat orang temannya yang juga berasal dari Indonesia, yaitu Saiful, Rudi, Hamdi dan Misbah. Fahri sudah tujuh tahun hidup di Mesir. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana yang mempunyai dua lantai, dimana lantai dasar menjadi tempat tinggal Fahri dan empat temannya, sedangkan yang lantai atas ditempati oleh sebuah keluarga Kristen Koptik yang sekaligus menjadi tetangga mereka. Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame Nahed, dan dua orang anak mereka – Maria dan Yousef. Walau keyakinan dan aqidah mereka berbeda, namun antara keluarga Fahri (Fahri dkk) dan keluarga Boutros terjalin hubungan yang sangat baik. Di Mesir, bukanlah suatu keanehan apabila keluarga Kristen koptik dan keluarga Muslim dapat hidup berdampingan dengan damai dalam masyarakat. Keluarga ini sangat akrab dengan Fahri terutama Maria. Maria adalah seorang gadis Mesir yang manis dan baik budi pekertinya. Kendati demikian, Fahri menyebutnya sebagai gadis koptik yang aneh, karena walaupun Maria itu seorang non-muslim ia mampu menghafal dua surah yang ada dalam Al-Quran dengan baik yang belum tentu seorang Muslim mampu melakukannya. Ia hafal surat Al-Maidah dan surah Maryam. Fahri juga baru mengetahuinya ketika mereka secara tak sengaja bertemu di metro. Seluruh anggota keluarga Boutros sangat baik kepada Fahri dkk. Bahkan ketika Fahri jatuh sakit pun keluarga ini jugalah yang membantu membawa ke rumah sakit dan merawatnya selain keempat orang teman Fahri. Apalagi Maria, dia sangat memperhatikan kesehatan Fahri. Keluarga ini juga tidak segan-segan mengajak Fahri dkk untuk makan di restoran berbintang di tepi sungai Nil,kebanggaan kota Mesir, sebagai balasan atas kado yang mereka berikan. Pada waktu itu Madame Nahed berulang-tahun dan malam sebelumnya Fahri dkk memberikan kado untuknya hanya karena ingin menyenangkan hati beliau karena bagi Fahri menyenangkan hati orang lain adalah wajib hukumnya. Setelah makan malam, tuan dan nyonya Boutros ingin berdansa sejenak. Madame Nahed meminta Fahri untuk mengajak Maria berdansa karena Maria tidak pernah mau di ajak berdansa. Setelah tuan dan nyonya Boutros melangkah ke lantai dansa dan terhanyut dengan alunan musik yang syahdu, Maria pun memberanikan diri mengajak Fahri untuk berdansa, namun Fahri menolaknya dengan alasan Maria bukan mahramnya kemudian menjelaskannya dengan lebih detail. Begitulah Fahri, ia selalu berusaha untuk menjunjung tinggi ajaran agama yang dianutnya dan selalu menerapkannya dalm kehidupan sehari-hari.

Si Muka Dingin Bahadur dan Noura yang Malang
———————————————————————-
Selain bertetangga dengan keluarga Boutros, Fahri juga mempunyai tetangga lain berkulit hitam yang perangainya berbanding 180 derajat dengan keluarga Boutros. Kepala keluarga ini bernama Bahadur yang terkenal dengan julukan si Muka Dingin karena ia selalu berperangai kasar kepada siapa saja bahkan dengan istrinya madame Syaima dan putri bungsunya Noura. Bahadur dan istrinya mempunyai tiga orang putri, Mona, Suzanna, dan Noura. Mona dan Suzanna berkulit hitam namun tidak halnya dengan Noura, dia berkulit putih dan berambut pirang. Hali inilah ang membuat Noura dimusuhi keluarganya yang pada akhirnya membuat dirinya tercebur kedalam penderitaan yang amat sangat. Bahadur mempunyai watak yang keras dan bicaranya sangat kasar, Nouralah yang selalu menjadi sasaran kemarahannya. Dan kedua orang saudaranya yang juga tidak menyukai Noura mengambil kesempatan ini untuk ikut-ikutan memaki dirinya. Sampai tibalah pada suatu malam yang tragis dimana Bahadur menyeret Noura ke jalanan dan punggungnya penuh dengan luka cambukan. Hal ini sudah sering terjadi, namun malam itu yang terparah. Tak ada satu orang pun yang berani menolong. Selain hari sudah larut, Bahadur juga dikenal amat kejam. Akhirnya, karena sudah tak tahan lagi melihat penderitaan Noura, Fahri pun meminta bantuan Maria melaui sms untuk menolong Noura. Awalnya Maria menolak karena tidak mau keluarganya terlibat dengan keluarga Bahadur. Namun setelah Fahri memohon agar Maria mau menolongnya demi kecintaan Maria terhadap Al-Masih, Maria akhirnya luluh juga. Jadilah malam itu Noura menginap di rumah keluarga Boutros. Malam ini jualah yang akhirnya menghantarkan Fahri ke dalam penderitaan yang sama.

KELEBIHAN
  • Ceritanya begitu menyentuh dan mengalir seakan pembaca mengalami berbagai problema yang melilit sang tokoh 
  • Penulis mengajak pembaca mendalami Islam dengan bahasanya yang menyejukkan
  • Kisah-kisah hubungan antar manusia (kisah cinta) digambarkan secara menarik dan utuh tanpa harus terasa vulgar.

KEKURANGAN

  • Seorang pria dicintai empat orang wanita. Mungkinkah? Jika dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, rasanya aneh jika ada pria yang di”gilai” oleh empat orang wanita sekaligus. Baik Aisha, Maria, Noura, dan Nurul menginginkan Fahri menjadi suaminya. Beruntung sekali tokoh Fahri! Mungkinkah hal yang demikian ada dalam kehidupan nyata? 
  • Noura frustasi karena tidak mendapatkan cinta Fahri. Ia lantas memfitnah Fahri dengan tuduhan yang kejam. Benarkah ada seorang wanita yang seperti Noura dalam kehidupan nyata? Cinta tetaplah cinta. Tidak akan berubah menjadi pisau yang dapat menusuk dari belakang.

KEBERMANFAATAN

  • Merupakan media penyaluran dakwah kepada siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang islam 
  • Dengan membaca novel ini kita dapat mengetahui geografi kota Mesir serta sosial budaya Timur Tengah tanpa harus pergi ke sana.
  • Memberikan contoh pada kita tentang sebuah pernikahan yang baik dan sesuai syariat Islam.

Detail Novel
Judul: Ayat Ayat Cinta
ISBN: 979-3604-02-6
Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika
Terbit: Desember 2004
Isi: 419 halaman

Kumpulan Sinopsis Novel Laskar Pelangi Lengkap

Sinopsis Novel
LASKAR PELANGI
Karya Andrea Hirata

Sinopsis Novel Laskar Pelangi ini takan bernilai manfaat apa-apa, kecuali kawan-kawan mau belajar untuk mandiri dan bersungguh-sungguh dalam mencapai cita-cita.
Coba mulailah mencari peluang beasiswa kuliah di luar negeri dan belajar tentang hal-hal baru seperti nanotechnology.

Laskar Pelangi adalah sosok teladan, selama kita juga mau peduli dengan keadaan sekitar. Seperti pelangi yang hadir selepas hujan. Mulailah dari sekarang!!

Cerita terjadi di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitong Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.

Mulai dari sanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah!

Mereka, Laskar Pelangi – nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi – pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini!

Detail Novel
Judul                                  : Laskar Pelangi
Penulis                               : Andrea Hirata
Penerbit                             : Bentang
Kota Tempat Terbit         : Jl. Pandega Padma 19, Yogyakarta
Tahun Terbit                     : Cetakan III, Juli 2007
Tebal halaman                   : 533 halaman termasuk juga tentang penulis

Sinopsis Naruto The Movie 6 Road To Ninja Terbaru 2013

Penasaran ama Naruto The Movie 6 dengan Judul Road To Ninja. Mau download belum ada link downloadnya, sobat bisa deh baca sinopsisnya di bawah ini. Karna memang ceritanya sangat menarik, dari pada di bayang bayangin tuh Movienya gimana.. hehee

Pada tanggal 2 maret kemarin Naruto Movie Road to Ninja diputar di bioskop XXI Gandaria City Jakarta,.

- Minato dan Kushina hidup di movie ini
- Shikamaru menjadi bodoh
- Chouji menjadi kurus
- Ino menjadi pemalu
- Tsunade berdada rata
- Shizune berdada besar
- SAI menjadi pelukis
- Hinata dengan tampilan lebih sexy
- Kiba menjadi seperti kucing
- Sasuke menjadi playboy

<<Sinopsis Naruto Movie 6 Road to Ninja>>

--- SCENE PERTAMA ---

Adegan pertama yang muncul dalam film adalah kilas balik serangan ekor sembilan di Konoha. Tentu saja kita semua tahu bahwa Hokage Keempat dan Uzumaki Kushina mengorbankan hidup mereka untuk melindungi Naruto, dan kilas balik berakhir dengan percakapan Kushina mengenai masa kanak-kanak Naruto yang kesepian yang akan dia miliki.

--- SCENE KEDUA ---

Sekarang kita masuk ke masa Konoha saat ini di mana kita melihat semua ninja favorit kita di hutan. Alasannya? Ada Akatsuki, sekarang setiap orang tahu mereka semua mati jadi mengapa mereka di sini? Semua orang akan terkejut tapi kemudian Naruto bergegas merusak rencana mereka. Terjadi perselisihan dua sisi tapi berakhir ketika Naruto terjebak oleh salah satu dari mereka dan Sai datang untuk menyelamatkan. Akatsuki pun tak lama akhirnya mundur dan memberikan Konoha kemenangan.

Semua orang kembali ke rumah mereka dan Tsunade meninggalkan Shizune untuk memeriksa tangan Sai yang terluka. Seraya Naruto keluar dia melihat setiap anak dengan orang tua mereka berkomentar bahwa anak-anak mereka harus dipromosikan menjadi Jounin. Naruto yang merasa kesepian pun pergi. Sementara itu Sakura terlihat bersama orang tuanya merasa terganggu dengan komentar memalukan mereka.

Naruto terlihat lagi berjalan bersama Sai, dalam perjalanan kembali ke rumahnya, ia melihat anak-anak kecil menikmati hidup mereka dengan orang tua mereka dan itu membuat lubang di dalam hati Naruto. Ketika Naruto sampai di rumah dia berkata, “Aku pulang” tapi tidak ada jawaban.

Iruka yang mengajak Naruto untuk makan ramen tak menyadari buruknya suasana hati Naruto. Naruto memesan seperti biasa, tetapi ia melihat bahwa topping favoritnya tidak ada ‘naruto’ (kue ikan), tetapi yang ada malah ‘menma’ (rebung). Naruto mulai mengamuk dengan kekanak-kanakan bertanya di mana ‘naruto’ itu tapi Teuchi hanya meminta maaf mengatakan bahwa itu telah habis hari ini. Iruka mencoba untuk menenangkan Naruto tapi Naruto memilih meninggalkan tempat itu.

Sepanjang jalan Naruto mendengar Sakura berdebat dengan orang tuanya dan meninggalkan rumahnya juga, kemudia mereka pergi bersama untuk menenangkan diri. Mereka terlihat di taman bermain. Sakura berbicara tentang betapa menjengkelkan hidupnya dan berharap orang tuanya tidak ada. Itu normal, tetapi seorang shinobi hebat adalah pahlawan. Naruto tidak mengerti dan bertanya-tanya mengapa Sakura berpikir seperti itu, tapi diakhir percakapan Sakura berkata “hanya Sasuke-kun yang akan mengerti aku. “

Tobi kemudian tiba-tiba muncul dengan santai, Naruto-Sakura menghadapinya tapi tidak bisa melancarkan serangan padanya. Ada sebuah bola yang dipegang Tobi, lalu dia melemparkannya ke udara dan menyilaukan Naruto-Sakura.

--- SCENE KETIGA ---

Naruto dan Sakura menangkalnya namun Tobi tidak lagi terlihat. Mereka kemudian melihat Tim 8 berjalan. Hinata melihat Sakura dan menuduh dia berkencan dengan Naruto. Sakura terkejut oleh perubahan sikap yang mendadak, tapi Naruto mencoba untuk menenangkannya. Hinata memegang Naruto dan bertanya mengapa ia membelanya. Kiba dan Shino melihat pemandangan dengan sesekali Kiba berteriak “Nyaaa …” karena Akamaru menggigitnya.

Narutp dan Sakura lalu mencoba untuk pergi ke jalanan desa. Dari sana kita melihat Tim 10. Anggota lelaki tim berdebat tentang apa yang akan mereka lakukan, Ino mencoba menenangkan mereka. Naruto dan Sakura panik oleh perubahan sikap semua orang. Ino melihat mereka dan berjalan mendekati mereka. Ino ingin menjadi kuat seperti Sakura meninggalkannya dan menjadi bingung tapi kemudian ia melihat sesuatu…. ayahnya Hokage Keempat ???

Ino juga mengundang mereka ke pemandian air panas.

Tiba-tiba… Sasuke muncul!

Naruto dan Sakura terkejut menanyainya tapi Sasuke malah tersenyum pada mereka dan bertanya apakah ada sesuatu yang salah.

Adegan beralih ke pemandian air panas, Tenten menandai kunainya berlatih keras dan Ino bertanya apakah itu berbahaya. Hinata yang tak ada dalam peristiwa itu melihat Sakura mengatakan siapa yang suka dada rata sepertimu. Sakura merasa tidak nyaman dan perlahan-lahan menyelam dalam air, malu.
Dibagian lelaki, Naruto melihat Sasuke. Kiba membuat surai gelembung dan berpura-pura menjadi singa. Shikamaru tersandung sabun dan menyebabkan kekacauan, yang membuat Chouji mengeluh dan mengembalikan badannya kembali normal.

Naruto lihat semua orang dan berkata mereka semua aneh tapi kemudian Neji terlihat mengintip ke bagian wanita. Semua gadis-gadis berganti dan Hinata perhatikan apa yang sepupunya lakukan dan berteriak padanya. Rock Lee menabrak jatuh ke ruangan wanita. Ino berjalan menuju Sakura, takut. Tenten juga marah pada Lee karena ia mengenakan pakaiannya. Semua orang datang untuk melihat keributan dan melihat Hinata memukuli Lee dan Neji.

Naruto dan Sakura kemudian melihat ke monumen Hokage, Naruto tak bisa mengerti apa yang sedang terjadi. Keduanya menduga bahwa itu semua dilakukan Tobi. Mereka mengakhiri hari dengan pulang ke rumah, Sakura memperhatikan rumahnya kosong. Dia melihat fotonya sendirian saja, tapi bahagia. Sakura menyadari dia sekarang tidak memiliki orang tua. Sakura menikmati saat ini dengan memanjakan dirinya untuk bersenang-senang.

Disisi lain Naruto kembali ke tempatnya, tetapi dia ditabrak seorang wanita tua yang mengaku telah tinggal di sini selama bertahun-tahun.

Di suatu tempat di perbatasan "Si Topeng Rubah" terlihat berjalan-jalan, Tobi terlihat jelas dengannya, bertanya apakah dia akan patuh dalam menangkap Naruto. Ia tidak setuju.

Sakura bangun dengan mengenakan piyamanya dan melihat apa yang harus dia kenakan, tetapi kemudian yang dia lihat adalah jubah Hokage Keempat ada dalam miliknya.

Sakura memperhatikan jendela di mana ia melihat Sasuke ada di balkonnya.
Sakura bersemangat pergi menghampiri, pada saat yang sama dia bertanya dan Sasuke menjawab dengan mawar di tangannya “Aku akan selalu jadi temanmu.”. Sakura terlihat bahagia bersamanya dan menghabiskan hari memuja mawar itu.

-SasuSaku di Movie Road to Ninja-

Lalu dia pergi untuk bertemu Naruto. Sakura melihat Naruto tidur di bangku batu. Keduanya kemudian berjalan di sekitar desa dan melihat Sai dengan karya seninya dan Shino mencoba melarikan diri dari serangga. Anak-anak muda berlarian menuju Sakura, mengidolakannya dan ingin menjadi seperti dirinya. Sakura bahkan lebih dipuji oleh situasi, Naruto menggodanya tentang menyukai dunia ini.

Kembali ke Si Topeng Rubah, Tobi terus menekannya utnuk menangkap Naruto, itu jelas bahwa ia terganggu olehnya, menyebutkan dia memiliki sesuatu yang lain yang dapat dilakukan. Tapi dia setuju pula.

Naruto dan Sakura setuju untuk bertemu Tsunade yang mungkin harus tahu situasi ini. Tapi mereka salah. Naruto mencoba sekali lagi untuk bertanya apa yang terjadi tapi Shizune meminta mereka untuk pergi. Tsunade tidak tahu Tobi dan membebaskan mereka. Minato dan Kushina datang dan melaporkan situasi. Naruto dan Sakura terkejut melihat mereka berdua di sini.
Untuk Naruto meskipun ia tampaknya marah oleh kenyataan bahwa Tobi pergi untuk menunjukkan kepada mereka. Kushina terkejut reaksi Naruto dan memukulnya dengan cara komedi.

Mengabaikan Naruto dan Sakura, Tsunade bertanya apakah misi mereka berhasil, Minato mengatakan Jiraya telah meninggal di perjalanan dan diminta untuk mengambil gulungan dari Si Topeng Rubah.
Sekali lagi adegan Sakura di rumahnya masih menikmati hal-hal dan terus melakukan apa pun yang dia suka. Masih mengidolakan mawar merah pemberian Sasuke.

Naruto berjalan ke rumahnya dan melihat tempat yang berbeda, di mana ada cahaya lampu di dalam. Orang tuanya bertanya apakah ia ingin membantu membersihkan tetapi Naruto dengan kasar menolak. Minato bertanya-tanya mengapa anak seperti itu. Sekali lagi pukulan Kushina menyerangnya. Naruto jelas takut ibunya dan setuju untuk membantu bersih-bersih. Minato ada disana menenangkan Kushina dan mengingatkan Naruto bahwa dia Api Merah Habanero. Setelah itu Naruto melihat album foto keluarga dan melihat dia menjalani masa kecil yang cukup normal. Naruto merasa tersentuh oleh kenangan ini.

--- SCENE KE EMPAT ---

Naruto dan Sakura berada dalam misi bersama dengan Guy, Kakashi, Minato dan Kushina. Mereka memutuskan untuk mendapatkan kembali gulungan dan menghentikan perangkap Jiraiya yang telah diatur sebelum kematiannya. Seperti sebelumnya, tim telah merencanakan untuk menghindari perangkap tapi Naruto sekali lagi mengabaikan perintah. Perangkap telah diaktifkan dan Katak sekarang melindungi gulungan.

Minato memberitahu semua orang untuk tidak membahayakan katak dan mengejar anaknya. Naruto menghindari setiap serangan dengan menggunakan Mode Sage tetapi diganggu oleh katak. Kushina datang untuk menyelamatkan dan terkena racun atau terbakar oleh semacam asam.

Di dalam hutan, Minato menanyai Naruto kenapa bersikap hanya untuk menyelamatkannya, kenapa dia berkata selalu seperti itu. Jawaban yang dihasilkan oleh kemarahan mendapatkan tamparan oleh Minato. Kushina mencoba untuk menghapus ketegangan dan berjalan pincang ke arah Naruto berkata ia senang mendapatinya tak terluka. Minato kemudian meminta maaf , berkata itu adalah tugas orang tua untuk menjaga keselamatan anak-anak mereka. Naruto kemudian masuk untuk menerima dunia orang tua ini.

Pada akhirnya misi berhasil dan tim kembali. Tsunade melihat gulungan dan berkata waktunya tidak tepat untuk membuka gulungan itu, ia menempatkan itu di tempat yang aman.

Naruto bersemangat berjalan pulang di jalan yang sama dan melihat orang tuanya menyambutnya, akhirnya dia pahami hidupnya di sini, Naruto berkata, “Aku pulang.”

Si Topeng Rubah terlihat bersama Tobi sekali lagi mempertanyakan keberadaan Tobi di sini. Ia menjelaskan bahwa ia menjerat Naruto di sini dengan Tsukuyomi.

Sakura sekarang mulai merasa kesepian di rumahnya sunyi dengan suara air menetes dari wastafel-nya. Mawar Sasuke yang diberikan padanya pun kini layu, hampir mati. Sakura meninggalkan rumahnya untuk bertemu Sasuke tapi apa yang dilihatnya membuatnya patah hati. Dia melihat Sasuke dikelilingi perempuan dan bercanda dengan mereka lalu menawarkan mawar yang sama kepada mereka. Sakura menangis dan pergi meninggalkannya.

Dia kemudian mencari Naruto untuk meninggalkan dunia ini, namun melihat Naruto merayakan ulang tahun ibunya dan berbahagia, Sakura melangkah menjauhi rumah itu. Dia tidak ingin merusak kebahagiaan Naruto.

--- SCENE TERAKHIR ---

Naruto dan Sakura sekarang di gang, bertanya apa yang Sakura inginkan. Sakura bertanya apa Naruto senang berada di dunia ini, Naruto bertanya mengapa dia berbicara soal itu sekarang, tapi setelah Sakura berkata tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sebuah ledakan terjadi.

Si Topeng Rubah dengan santai berjalan di Menara Hokage menuju Tsunade. Ia mengambil gulungan itu. Dia membiarkan Sage bertopeng lainnya untuk menghancurkan desa, tetapi warga desa tidak bisa melakukan apa-apa untuk menangkis mereka. Naruto berlari sampai ke Si Topeng Rubah dan bertanya di mana Tobi, Si Topeng Rubah menoleh dan sekali lagi dengan santainya berkata. “Oh, jadi kau kenal dia.”

Sakura naik ke si Topeng Rubah dan berkata seorang pahlawan akan melindungi desa, jadi dia berlari kepadanya dan bertarung. Si Topeng Rubah mengelak serangannya dan menangkapnya dengan di tangan kanannya ada sebuah rasengan ungu dan dengan sekali gerakan desa pun hancur.

Minato dan Kushina senang melihat anak mereka baik-baik saja, tapi Naruto marah pada Sakura yang menghilang. Dia meminta ayahnya untuk membantu tapi Minato kemudian berkata “Aku bukan pahlawan” Naruto kemudian memberitahu orang tuanya bahwa ia bukan anak mereka di dunia ini dan pergi untuk menemukan Sakura. Kushina memohon padanya untuk tidak pergi.

Naruto ada di rumah Sakura yang hancur dan menemukan jubah Hokage keempat itu. Adegan kilas balik waktu Tobi bertarung dengan Hokage Keempat.
Si Topeng Rubah menahan Sakura, Tobi bersamanya juga. Naruto kemudian menantang Si Topeng Rubah tetapi dia bisa merasakan sesuatu. Naruto mencoba untuk memukulnya tapi segel di perutnya sakit dan itu merugikan Naruto.

Tapi coba tebak siapa yang datang untuk menyelamatkan?

Akatsuki!

Akastuki mengalahkan Topeng Sage dan membebaskan Sakura. Itachi mengangkat Sakura ala brindal style dan berjanji pada Naruto bahwa dia akan melindunginya. Naruto berterimakasih pada Akatsuki dan pergi menghadapi Si Topeng Rubah. Naruto menghadapinya sekali lagi tapi dia kemudian menyadari bahwa ia memiliki kemampuan yang sama seperti dirinya. Cukup aneh, Sage mundur dan salah satu makhluk Topeng Rubah itu membantunya.

Topeng itu pun pecah… dan dia menjadi …

Menma !!

(Sekarang untuk orang-orang yang tidak tahu, nama Naruto di dunia alternatif adalah Menma, sekarang kalian bisa pahami mengapa Naruto tidak nyaman di dunia ini. Dan jika kau juga tidak tahu, karakter Menma memanggil Naruto dengan nama sebenarnya.)

Menma memanggil ekor sembilan untuk menghadapi Naruto, Naruto di sisi lain datang ke suatu tempat perjanjian dengan ekor sembilan untuk bertarung dengannya. Naruto akhirnya menang tapi kemudian menyebabkan Tobi mengambil keuntungan dari Naruto yang kelelahan. Dia pergi ke Menma kemudian bergabung dengan dia dan berselisih, Naruto yang teringat gulungan Tsunade berbicara dan membukanya untuk menghentikan Menma. Tapi Naruto tidak bisa bergerak karena Tobi memiliki kontrol penuh dari dunia ini.

Sakura datang dan melindungi Naruto untuk memberinya waktu. Naruto mengingat kembali latihannya dengan Jiraya, menciptakan sebuah rasengan. Sakura dipukuli dan jatuh tapi kali ini Naruto menyelamatkannya. Menggunakan rasengan, Naruto mengalahkan Menma / Tobi mirip dengan bagaimana Minato me-rasengan Tobi. Menma bebas dari Tobi dan keduanya jatuh. Tobi menghilang. Rambut Menma berubah kembali menjadi kuning tampak persis seperti Naruto.

Sakura, Minato dan Kushina berlari menuju mereka berdua, namun Minato dan Kushina berlari ke Menma dan memeluknya dengan penuh kasih sayang. Sakura berjalan ke Naruto dan Naruto yang melihat momen keluarga itu menjadi sakit sekali lagi. Keduanya menghilang melihat Menma dicintai oleh orang tuanya.

Naruto dan Sakura yang kembali ke tempat bermain, di mana mereka melihat Kizashi dan Mebuki Haruno dengan putri mereka. Sakura menghampiri mereka dan berkata pada mereka dia menyesal, dan bersyukur untuk mereka. Naruto yang melihat adegan ini merasa sakit sekali lagi.

Adegan beralih pada Tobi dan Zetsu, mereka berkata bahwa rencana itu gagal tetapi Tobi mengatakan hal itu tidak. Ia pergi sambil berkata bahwa itu semua bagaimanapun adalah cobaan.

Naruto berjalan ke rumahnya yang asli dan melihat ada cahaya lampu , ia heran mengapa dan melihat Iruka membawa kue ulang tahun kepadanya. Dia tersenyum dan berkata “Selamat datang kembali.” Dan untuk terakhir kalinya Naruto berkata, “Aku pulang.”


Sumber : http://zeref.heck.in